zonajuara.id – Istilah sportwashing semakin populer dalam perbincangan dunia olahraga dan politik, merujuk pada praktik di mana rezim pemerintah berupaya memperbaiki citra mereka melalui olahraga.
Negara-negara di Timur Tengah dan Afrika memanfaatkan ajang olahraga internasional untuk menutupi isu-isu serius, berinvestasi besar dalam berbagai acara untuk mengalihkan perhatian dari masalah dalam negeri.
Sportwashing menggambarkan tindakan negara atau organisasi yang menjadikan olahraga sebagai alat untuk memperbaiki citra publik. Fenomena ini sering dipraktikkan oleh negara yang mendapat sorotan internasional atas pelanggaran hak asasi manusia atau kebijakan yang kontroversial.
Contoh sportwashing yang jelas terlihat adalah tindakan Arab Saudi dalam menyelenggarakan berbagai acara olahraga internasional. Salah satu contohnya adalah kejuaraan Formula E di Riyadh, yang berhasil menarik perhatian global meskipun negara tersebut masih dikritik keras terkait isu hak asasi manusia.
Penyelenggaraan dan partisipasi dalam acara olahraga oleh negara-negara ini bertujuan untuk menunjukkan citra yang lebih modern dan terbuka. Dengan mengundang atlet terkenal dan menyelenggarakan event besar, mereka berharap bisa mengalihkan perhatian publik dari isu-isu internal yang sedang dihadapi.
Banyak survei menunjukkan bahwa keberhasilan dalam olahraga dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan masyarakat. Hal ini sering memberikan legitimasi lebih bagi pemerintah untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan yang kerap dipertanyakan dari dalam dan luar negeri.
Terdapat kritik yang semakin kuat terhadap praktik sportwashing, dengan fokus pada penggunaan olahraga sebagai alat propaganda. Aktivis menilai bahwa meskipun negara tersebut menggelar berbagai acara besar, masalah hak asasi manusia tidak menjadi lebih baik atau diselesaikan.
Organisasi internasional dan LSM turut bersuara menentang praktik ini, berpendapat bahwa keikutsertaan dalam event yang disponsori oleh rezim otoriter bisa dianggap sebagai dukungan terhadap tindakan represif yang diambil oleh negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: