BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 14:07 WIB

Diskualifikasi Atlet E-Sports Thailand: Kontroversi dan Dampaknya di SEA Games 2025

Diskualifikasi Atlet E-Sports Thailand: Kontroversi dan Dampaknya di SEA Games 2025Diskualifikasi Atlet E-Sports Thailand: Kontroversi dan Dampaknya di SEA Games 2025

Atlet e-sports Thailand, Naphat Warasin alias Tokyogurl, mengalami diskualifikasi dari SEA Games 2025 akibat pelanggaran serius dalam penggunaan perangkat keras.

Baca juga: Olahraga Sebagai Sarana Self-Care: Meningkatkan Kesehatan Mental dan Emosional

Keputusan ini tidak hanya mencoreng reputasi Tokyogurl, tetapi juga membuat Thailand harus mundur dari kejuaraan saat pertandingan semifinal berlangsung.

Pelanggaran yang Mengakibatkan Diskualifikasi

Tokyogurl didiskualifikasi pada 16 Desember 2025, setelah terbukti melanggar regulasi 9.4.3 yang mengatur penggunaan perangkat keras di pertandingan.

Ia menggunakan perangkat keras yang dimodifikasi secara ilegal oleh pihak ketiga saat melawan Vietnam sehari sebelumnya, di mana Thailand kalah dengan skor 0-3.

Keputusan diskualifikasi ini diambil setelah investigasi dari departemen teknis SEA Games menemukan bukti kuat terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Tokyogurl.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Reaksi Federasi E-Sport Thailand

Setelah keputusan disipliner tersebut, Federasi E-Sport Thailand mengambil langkah drastis dengan menarik tim wanita dari SEA Games 33, di mana Thailand berperan sebagai tuan rumah.

Presiden Asosiasi E-Sports Thailand menyatakan, "Kami menghormati setiap aturan, menghormati persahabatan dan semangat olahraga. Apa yang terjadi adalah masalah serius dan di luar kendali."

Keputusan penarikan ini dilakukan meskipun Thailand tengah unggul dalam pertandingan semifinal saat itu, dan otomatis dinyatakan kalah melawan Laos.

Kontroversi dan Dampak Lanjutan

Selama proses seleksi, terdapat laporan bahwa Tokyogurl terlibat dalam manipulasi data dengan menggunakan orang lain untuk gantinya saat bertanding.

Tokyogurl juga mendapat kecaman keras setelah menampilkan gesture tidak pantas dengan mengacungkan jari tengah ke kamera, menciptakan kemarahan di kalangan penggemar dan publik.

Setelah mundurnya Thailand, Laos maju ke final tetapi akhirnya kalah dari Vietnam, meraih medali perak dalam ajang Arena of Valor putri.

Baca juga: Janice Tjen Mengakhiri Perjalanan di US Open 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Diskualifikasi Atlet E-Sports Thailand: Kontroversi dan Dampaknya di SEA Games 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!