Mengapa Otot Bisa Mengalami Atrofi Setelah Tidak Digunakan Lama?
Otot yang tidak terpakai dalam waktu lama dapat mengalami penurunan kekuatan, sebuah kondisi yang dikenal sebagai atrofi otot. Proses ini memengaruhi orang dari berbagai latar belakang dan usia, sering kali tanpa disadari.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Tidak adanya aktivitas fisik dapat memicu perubahan signifikan pada massa otot. Artikel ini menggali penyebab dan dampak dari atrofi otot serta pentingnya menjaga aktivitas fisik yang rutin.
Atrofi otot terjadi ketika otot tidak menerima rangsangan yang cukup untuk mempertahankan massa dan kekuatannya. Proses ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit, cedera, atau gaya hidup yang tidak aktif.
Saat otot tidak digunakan, tubuh akan mulai mengurangi jumlah protein dan sel yang membentuk otot. Hal ini menyebabkan massa otot menyusut selama periode ketidakaktifan yang berkepanjangan.
Menurut sejumlah penelitian, olahraga yang teratur berperan penting dalam mempertahankan kesehatan otot, sehingga mencegah atrofi. Sebaliknya, ketidakaktifan dalam waktu lama dapat memperburuk kondisi otot yang ada.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Salah satu penyebab utama melemahnya otot adalah faktor usia. Seiring bertambahnya usia, produksi hormon yang membantu pertumbuhan dan pemeliharaan otot mengalami penurunan.
Kondisi medis tertentu, seperti stroke atau berbagai penyakit kronis, juga dapat mengurangi aktivitas fisik seseorang. Hal ini membuat otot yang tidak terlatih lebih cepat mengalami atrofi.
Gaya hidup yang sedentari, misalnya terlalu lama duduk di depan komputer, turut berkontribusi pada melemahnya otot. Aktivitas fisik yang minim membuat otot tidak mendapatkan stimulasi yang dibutuhkan untuk tetap kuat.
Dampak dari atrofi otot melampaui aspek fisik terlihat. Hal ini juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk daya tahan tubuh dan laju metabolisme.
Individu yang mengalami atrofi otot cenderung merasa lebih cepat lelah dan lebih rentan terhadap cedera. Kurangnya kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dapat merusak kualitas hidup secara signifikan.
Oleh karena itu, penting untuk menyertakan aktivitas fisik dalam rutinitas harian. Meluangkan waktu, meskipun hanya beberapa menit sehari, dapat membantu menjaga kekuatan otot dan meningkatkan kesehatan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: