Plogging, aktivitas baru yang memadukan olahraga lari dan aksi memungut sampah, semakin populer di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan individu tetapi juga untuk lingkungan sekitar.
Baca juga: Janice Tjen Ciptakan Sejarah di US Open 2025
Dengan semakin banyaknya orang yang ikut serta, plogging menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan kesehatan tubuh.
Asal Usul Plogging
Plogging sendiri berasal dari Swedia, diperkenalkan oleh pelari bernama Erik Ahlström pada tahun 2016. Kata 'plogging' merupakan kombinasi dari istilah Swedia 'plocka upp' yang berarti memungut, dan 'jogging' yang berarti berlari.
Aktivitas ini tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga di taman, pantai, dan area publik lainnya. Tujuan utama dari plogging adalah untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sampah yang ada di lingkungan sekitarnya.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif sampah terhadap lingkungan, plogging kini mulai menarik perhatian banyak kalangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca juga: Kemenangan Perdana Emil Audero di Serie A Bersama Cremonese
Manfaat Plogging Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Plogging memberikan berbagai manfaat, baik untuk kesehatan tubuh maupun lingkungan. Kegiatan ini memungkinkan peserta membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan berlari biasa, berkat tambahan gerakan memungut sampah.
Dengan mengambil sampah yang berserakan, masyarakat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kegiatan ini juga membantu mengurangi pencemaran dan meningkatkan keindahan ruang publik.
Aktivitas ini juga dapat memicu kesadaran komunitas. Ketika berlari bersama, orang-orang saling memotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Perkembangan Plogging di Indonesia
Di Indonesia, plogging mulai dikenal melalui berbagai kegiatan komunitas dan kampanye lingkungan. Banyak kelompok pemuda yang secara rutin mengadakan acara plogging di berbagai daerah.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Selama acara plogging, peserta diberikan kantong sampah dan sarung tangan, serta diajarkan cara memilah sampah dengan tepat agar dapat didaur ulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: