Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 14:38 WIB

Atlet Senam Israel Dilarang Masuk untuk Kejuaraan Dunia di Jakarta

Author

Atlet Senam Israel Dilarang Masuk untuk Kejuaraan Dunia di Jakarta

Atlet senam asal Israel, Artem Dolgopyat, tidak bisa berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 yang berlangsung di Jakarta dari 19 hingga 25 Oktober mendatang.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan

Larangan ini muncul setelah Federasi Senam Israel mengungkapkan belum menerima pemberitahuan resmi terkait masalah visa yang ditujukan kepada atlet mereka.

Status Keikutsertaan Atlet Senam Israel

Federasi Senam Israel menegaskan bahwa mereka tengah berusaha agar atlet mereka tetap bisa mengikuti kompetisi di Jakarta. "Hingga saat ini, federasi belum menerima pemberitahuan resmi dari penyelenggara kompetisi maupun dari FIG. Kami sedang menghubungi semua pihak terkait," ujar perwakilan federasi.

Atlet yang dijadwalkan hadir di ajang tersebut meliputi Eyal Indig, Artem Dolgopyat, Ron Pyatov, Lihie Raz, Roni Shamay, dan Yali Shoshani. Dalam situasi ini, dukungan dari Kementerian Olahraga dan Komite Olimpiade menjadi sangat berarti bagi federasi.

Keputusan untuk larangan masuk ini ternyata memberikan dampak besar bagi partisipasi para atlet dalam kejuaraan yang sangat bergengsi ini. Terutama bagi Dolgopyat yang merupakan juara Olimpiade dan menjadi harapan besar bagi tim senam Israel.

Baca juga: Janice Tjen Mengakhiri Perjalanan di US Open 2025

Dukungan Federasi Senam Internasional

Ketua Umum PB Persani, Ita Yuliati Irawan, menyatakan bahwa Federasi Senam Internasional (FIG) telah mendukung keputusan Indonesia dalam menolak kehadiran atlet Israel. "FIG hari ini sudah menyatakan secara resmi melalui telepon kepada saya pagi ini. Mereka mendukung keputusan yang sudah diambil Pemerintah Indonesia," ucap Ita.

Lebih lanjut, Ita menjelaskan bahwa Indonesia telah memberi peringatan kepada FIG mengenai posisi mereka terkait Israel sebelum ditunjuk sebagai tuan rumah. "Ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah, kami sudah memberi peringatan kepada FIG soal posisi Indonesia terhadap Israel," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa FIG memahami konteks diplomatik yang melatarbelakangi keputusan Indonesia, dan mendukung sikap tegas pemerintah dalam hal ini.

Pernyataan dari Pejabat Indonesia

Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, turut menegaskan bahwa resmi bahwa visa untuk atlet Israel tidak akan diberikan. Penegasan ini merefleksikan sikap pemerintah yang konsisten dalam masalah hubungan diplomatik.

Keputusan ini tentu membawa implikasi jauh lebih besar dalam konteks internasional, terutama di kalangan komunitas olahraga. Di sisi lain, ini juga memunculkan berbagai reaksi dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Dengan sikap tegas ini, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip yang dianut, meskipun konsekuensinya mungkin mengganggu partisipasi sejumlah atlet berbakat.

Baca juga: Mengisi Akhir Pekan dengan Olahraga dan Perawatan Diri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU