Federasi Senam Israel telah mengajukan banding terkait keputusan Indonesia yang melarang atlet mereka berkompetisi di kejuaraan dunia di Jakarta. Mereka menanggap keputusan ini sebagai langkah yang 'keterlaluan' dari pemerintah Indonesia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Penolakan visa tersebut merupakan respons pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap situasi kekerasan di Gaza, mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia.
Keputusan Penolakan Visa
Federasi Senam Israel mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga berkenaan dengan penolakan visa untuk atlet senam mereka, termasuk Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade. Mereka menilai langkah ini sebagai ancaman terhadap integritas olahraga internasional.
Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, menyatakan bahwa keputusan pemerintah ini sejalan dengan aspirasi publik untuk bersikap tegas terhadap Israel. Dalam pernyataannya, Yusril mengatakan, “Tindakan ini juga sejalan dengan harapan seluruh rakyat.”
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dukungan Masyarakat dan Respons Pemerintah
Penolakan visa oleh pemerintah mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Yusril menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah dalam mendukung rakyat Palestina di tengah situasi yang mengkhawatirkan.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut menyatakan bahwa kehadiran atlet Israel tidak akan diizinkan dalam Kejuaraan Senam Dunia. Ia menganggap haknya sebagai kepala daerah untuk menolak kehadiran atlet dalam konteks politik yang ada saat ini.
Reaksi dan Dampak Internasional
Keputusan Indonesia ini menarik perhatian dari Komite Olimpiade Israel yang meminta intervensi dari badan olahraga internasional. Dalam pernyataan resmi mereka, dinyatakan bahwa keputusan ini merugikan kesempatan atlet untuk berkompetisi secara adil dan sportif.
Indonesia tetap pada sikap menolak kehadiran atlet Israel selama situasi di Gaza belum terasa perbaikannya. Jika Israel tidak mau mengakui Palestina sebagai negara merdeka, maka hubungan diplomatik yang normal dengan Indonesia dipastikan tidak akan terjalin.
Baca juga: Janice Tjen Ciptakan Sejarah di US Open 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: