Musim 2026 mendatang, Formula 1 (F1) siap memasuki era baru dengan sejumlah regulasi teknis yang signifikan. Perubahan ini akan mencakup penurunan bobot mobil dan penerapan bahan bakar berkelanjutan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Klub Prancis Lille
Diumumkan oleh dewan Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan performa mobil sambil menjaga keberlanjutan lingkungan di dunia balap.
Perubahan Desain dan Spesifikasi Mobil
Regulasi baru Formula 1 2026 mencakup penurunan bobot mobil hingga 30 kilogram, menetapkan bobot minimum pada 768 kilogram. Ini merupakan penurunan signifikan dari bobot 798 kilogram sebelumnya.
Selain pengurangan bobot, panjang total mobil juga akan berkurang 10 cm dan jarak sumbu roda akan diperkecil hingga 20 cm. Modifikasi ini dirancang untuk meningkatkan performa dan dinamika mobil di lintasan balap.
Baca juga: Manchester United Terkecoh oleh Grimsby Town di Piala Liga Inggris
Inovasi dalam Sistem Aerodinamika
Regulasi baru juga menghapus sistem Drag Reduction System (DRS) yang ada. Sebagai gantinya, F1 akan memperkenalkan sistem aerodinamika aktif yang memungkinkan pembalap menyesuaikan sayap depan dan belakang.
Pembalap akan menggunakan 'X-Mode' di lintasan lurus dan 'Z-Mode' saat di tikungan. Inovasi ini diharapkan meningkatkan kemampuan mobil dalam melakukan manuver, khususnya saat menyalip.
Transisi Menuju Bahan Bakar Berkelanjutan
F1 2026 akan beralih ke bahan bakar berkelanjutan yang 100% ramah lingkungan. Bahan bakar ini berasal dari sumber non-fosil, termasuk limbah biomassa dan karbon atmosfer.
Komitmen ini sejalan dengan tujuan F1 untuk mencapai 'Net-Zero by 2030', menjadikan olahraga ini lebih responsif terhadap tantangan lingkungan hidup yang semakin mendesak.
Baca juga: Janice Tjen Mengakhiri Perjalanan di US Open 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: