Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 12:20 WIB

Polemik Intimidasi dalam Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025

Author

Polemik Intimidasi dalam Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025

Isu dugaan intimidasi terhadap atlet kickboxing Indonesia mencuat setelah SEA Games 2025 berakhir di Thailand pada 20 Desember 2025.

Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Takluk dari Australia di Semifinal Piala AFF Putri U-16 2025

Atlet Andi Mesyara Jerni mengaku tertekan oleh perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait unggahan di media sosialnya.

Tuduhan Intimidasi dan Respons KOI

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, membantah tuduhan intimidasi yang dialamatkan kepada organisasi tersebut. "Saya tegaskan tidak ada intimidasi. KOI justru berjuang agar atlet tetap mendapatkan haknya, mendapatkan kembali kehormatannya, berdiri di podium, dan dikalungkan medali," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta.

Koordinasi yang dilakukan KOI menunjukkan niat untuk menyelesaikan masalah ini secara transparan. Raja juga mengajak Jerni untuk berdialog langsung dengan pihak KOI guna menghindari kesalahpahaman lebih lanjut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Gabung Timnas Indonesia, Siap Hadapi Piala Dunia 2026

Regulasi dan Etika Dalam Olahraga

Menurut KOI, permintaan untuk menghapus unggahan Jerni berkaitan dengan regulasi WAKO (World Association of Kickboxing Organizations) yang mengatur etika atlet selama kejuaraan. Tujuannya adalah untuk menjaga citra dan integritas atlet di arena internasional.

Sekretaris Jenderal KOI, Wijaya Noeradi, menegaskan bahwa interaksi Jerni dengan Krisna Bayu, anggota Komite Eksekutif KOI, tidak mengandung unsur intimidasi. "Ini sebenarnya niat baik Krisna Bayu. Sebagai mantan atlet, beliau paham momen pertama kali meraih medali itu sangat berkesan," jelas Wijaya.

Pentingnya Mematuhi Aturan Organisasi

Krisna Bayu menegaskan semua tindakan yang diambilnya sesuai dengan aturan yang berlaku dalam keberlangsungan olahraga. Ia meminta pihak ketiga yang meragukan integritas KOI agar lebih memahami regulasi yang ada.

Regulasi yang dimaksud oleh Krisna bertujuan untuk mempertahankan etika yang tinggi dalam kompetisi internasional dan memastikan atlet dapat berkonsentrasi pada performa tanpa gangguan dari luar.

Baca juga: Mengisi Akhir Pekan dengan Olahraga dan Perawatan Diri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU