Di tengah perkembangan teknologi yang membuat banyak orang lebih banyak duduk, dampak terhadap kesehatan menjadi masalah serius yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kemenangan Dramatis atas Taylor Fritz
Gaya hidup aktif muncul sebagai solusi untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kurangnya aktivitas fisik.
Pengaruh Sedentaris Terhadap Kesehatan
Pola hidup sedentari sudah terbukti menjadi salah satu penyebab utama berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), sekitar 60 hingga 85% populasi dunia tidak memenuhi pedoman aktivitas fisik yang disarankan.
Menjaga Aktivitas Fisik dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk melawan kecenderungan gaya hidup sedentari, sangat penting untuk menyisipkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Contohnya, berjalan kaki, bersepeda, atau berpartisipasi dalam berbagai olahraga bisa menjadi pilihan yang baik.
Berdasarkan studi, hanya dengan melakukan aktivitas ringan selama 30 menit setiap hari, seseorang dapat mengurangi risiko penyakit degeneratif secara signifikan.
Mendorong Perubahan di Tempat Kerja dan Rumah
Perusahaan kini mulai menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendorong karyawan untuk lebih aktif, seperti menyediakan fasilitas olahraga di tempat kerja.
Mendorong penggunaan tangga sebagai alternatif juga menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan aktivitas fisik karyawan.
Di rumah, kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki ke toko terdekat bisa menjadi langkah awal dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: