Senin, 02 MARET 2026 • 13:03 WIB

Menpora Komitmen Tuntaskan Kasus Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing

Author

Menpora Komitmen Tuntaskan Kasus Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengonfirmasi komitmennya dalam menyelesaikan kasus dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang terjadi di Pelatnas cabang olahraga panjat tebing.

Baca juga: Dominik Szoboszlai Perankan Peran Kunci dalam Kemenangan Liverpool atas Arsenal

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap atlet yang berani melapor sangatlah penting, sehingga tidak ada ruang bagi kekerasan di dunia olahraga Indonesia.

Pernyataan Tegas Menpora

Dalam sebuah siaran pers di Jakarta, Erick Thohir menegaskan, 'Keselamatan, martabat, dan masa depan atlet adalah prioritas utama.' Pernyataan ini menggambarkan keseriusannya dalam menangani isu kekerasan seksual yang dinilai tidak bisa ditolerir dalam lingkungan olahraga.

Menpora juga menekankan penerapan prinsip 'zero tolerance' untuk memperjelas posisi pemerintah terhadap berbagai bentuk pelecehan dan tindak kekerasan yang mungkin terjadi.

Jumlah Korban yang Meningkat

Data terbaru dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menunjukkan lonjakan jumlah atlet yang mengaku sebagai korban, kini mencapai sepuluh orang dari sebelumnya delapan orang.

Baca juga: Drawing Liga Champions 2025-2026 Digelar di Monako

Laporan ini terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri, yang semakin menegaskan urgensi dalam menangani kasus-kasus kekerasan ini secara serius.

Perlindungan dan Pendampingan untuk Atlet

Erick Thohir menegaskan bahwa dukungan negara akan sepenuhnya diberikan kepada atlet yang berani melapor, dengan menjamin kerahasiaan identitas mereka serta perlindungan dari tekanan yang mungkin akan muncul.

Ia menyatakan, 'Kami juga mendorong agar pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang dapat diberikan untuk menjaga masa depan para korban.'

Evaluasi dan Reformasi Sistem Pembinaan Atlet

Menpora mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi kasus ini dan mendesak perlunya reformasi tata kelola perlindungan atlet secara menyeluruh.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi terhadap sistem pembinaan atlet di Pelatnas serta memperkuat mekanisme pengawasan dan sistem pelaporan yang aman untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca juga: Mengisi Akhir Pekan dengan Olahraga dan Perawatan Diri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU