Marc Marquez: Pilihan Berbeda untuk Masa Depan Anak
Marc Marquez, pebalap MotoGP asal Spanyol, menegaskan bahwa ia tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya di dunia balap motor.
Baca juga: Real Madrid Kembali Bertemu Manchester City di Liga Champions 2025/2026
Ia lebih mendukung sang anak untuk mengeksplorasi cabang olahraga lain, berlandaskan pada pengalaman dan tekanan yang pernah ia alami.
Dalam wawancara dengan La Sexta, Marquez berbagi pandangannya tentang dunia balap motor. 'Saya tidak menginginkannya karena saya hanya berpikir kasihan dia,' ujarnya, menekankan perlunya melindungi anak dari tekanan masyarakat.
Marquez berpersepsi bahwa jika anaknya terjun ke dunia balap, ia akan terus dibayangi oleh nama besarnya. 'Orang-orang akan mengatakan bahwa dia adalah anaknya (Marquez),' tuturnya, merujuk pada stigma yang muncul dari ketenaran.
Dia juga menyadari bahwa meski ada keuntungan finansial yang mungkin dinikmati anaknya, hal tersebut tidak menjamin motivasi yang kuat. 'Mungkin dia akan memiliki beberapa keuntungan, finansial dalam hal ini, tetapi kalau mereka tidak kekurangan apapun, mereka tidak punya rasa haus yang sama,' jelasnya.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia Melaju ke Semifinal Piala AFF U16 Wanita 2025
Di dunia MotoGP, prestasi lintas generasi merupakan fenomena yang umum. Misalnya, Kenny Roberts dan putranya, Kenny Roberts Jr, sama-sama mencetak sukses di kelas 500cc.
Kenny Roberts meraih tiga gelar juara dunia pada akhir 1970-an, sementara Kenny Roberts Jr mengikuti jejak tersebut dengan satu gelar pada tahun 2000. Walau begitu, Marc tetap merasakan bahwa ketenaran di dunia balap tidak memberikan keuntungan bagi anak-anaknya.
'Tidak, tidak, tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Sepak bola, raket, atau apapun,' tuturnya ketika ditanya tentang kemungkinan anaknya berkarier di MotoGP, menunjukkan keinginan untuk anaknya mengeksplorasi olahraga lain.
Berkecimpung dalam berbagai olahraga menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya di Spanyol, di mana olahraga seperti sepak bola dan tenis sangat dihormati. Marc Marquez, sebagai penggemar FC Barcelona dan pengidolakan Rafael Nadal, merasakan pengaruh olahraga tersebut dalam kehidupan pribadinya.
Dia juga berusaha mengenalkan anaknya pada berbagai cabang olahraga, termasuk bulu tangkis. Ia bahkan pernah berlatih bersama Carolina Marin, juara dunia dalam cabang tersebut, yang menambahkan perspektif baru akan pilihan olahraga yang ada.
'Kalian masih punya waktu untuk beralih ke olahraga lain,' kata Marin di jejaring sosial, menunjukkan dukungan terhadap keputusan Marc untuk mendorong anaknya ke arah yang berbeda.
Baca juga: Juventus Awali Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan Melawan Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: