BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Minggu, 11 JANUARI 2026 • 16:19 WIB

Proses Pemulangan Abu Jenazah Pelatih Valencia dan Dua Anaknya

Proses Pemulangan Abu Jenazah Pelatih Valencia dan Dua AnaknyaProses Pemulangan Abu Jenazah Pelatih Valencia dan Dua Anaknya

Abu jenazah Martin Carreras Fernando, pelatih sepakbola wanita Valencia CF, serta dua anaknya, akhirnya dibawa kembali ke Spanyol oleh sang istri, Andrea Ortuno. Ketiganya adalah korban dari tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Setelah melewati proses kremasi di Bali, abu jenazah disimpan beberapa hari sebelum diangkut, memberikan kesempatan bagi keluarga untuk berduka dengan tenang.

Proses Pemulangan Jenazah

Setelah dilaksanakan kremasi di Bali, ketiga abu jenazah tersebut dibawa ke Spanyol. Menurut Budi Widjaja, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, istri Fernando telah kembali ke tanah kelahiran mereka.

Sebelum keberangkatan, keluarga mengadakan upacara tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal. Dalam suasana emosional itu, keputusan diambil agar abu dibawa pulang, demi menghormati memori mereka.

Baca juga: PSSI Konfirmasi Pembatalan Laga Uji Coba Timnas Indonesia Melawan Kuwait

Operasi Pencarian Korban

Operasi pencarian korban dari tenggelamnya KM Putri Sakinah dilakukan selama 15 hari dan resmi ditutup pada 9 Januari 2026. Tim SAR berhasil menemukan jenazah Fernando dan dua anaknya, sedangkan seorang anak laki-lakinya masih dinyatakan hilang.

Budi menyatakan, 'Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk Dubes Spanyol, yang selama ini telah memberikan dukungan maksimal dalam pencarian ini. Pahit dan hati hancur atas tragedi ini'.

Harapan Keluarga dan Penutupan Operasi

Meskipun operasi SAR telah ditutup, keluarga tetap merasa berat karena mereka masih berharap ada kemungkinan untuk menemukan anak yang hilang. Pembicaraan mengenai penutupan ini diungkapkan dengan penuh rasa haru.

'Keluarga paham operasi SAR harus ditutup tetapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan,' ujar Budi. Sementara itu, bagian keluarga yang masih berada di Bali berharap bisa mendapatkan bantuan dari nelayan setempat.

Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Kehilangan Kualitas Setelah Kekalahan dari Tottenham

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proses Pemulangan Abu Jenazah Pelatih Valencia dan Dua Anaknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!