Berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas mungkin tampak menarik, tetapi kegiatan ini memiliki risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Panas berlebih dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stroke, dua kondisi yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.
Dampak Panas Terhadap Tubuh
Saat berolahraga, tubuh manusia menghasilkan panas sebagai hasil dari aktivitas fisik. Dalam kondisi cuaca panas, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan panas, yang bisa mengganggu fungsi normal tubuh.
Kenaikan suhu tubuh dapat mempengaruhi sistem sirkulasi dan menyebabkan kelelahan. Jika suhu tubuh terlalu tinggi, hal ini dapat memperparah risiko terkena penyakit yang terkait dengan panas.
Baca juga: Janice Tjen Lolos ke Babak Kedua US Open 2025
Dehidrasi sebagai Risiko Utama
Ketika berolahraga di cuaca panas, tubuh cenderung berkeringat lebih banyak. Keringat berfungsi sebagai mekanisme pendinginan, tetapi kehilangan cairan yang berlebih tanpa penggantian yang cukup dapat mengarah pada dehidrasi.
Gejala dehidrasi meliputi mulut kering, kelelahan, dan dalam kasus yang lebih berat, pingsan. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan asupan cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Pencegahan dan Tips Berolahraga di Cuaca Panas
Ada beberapa strategi untuk mengurangi risiko ketika berolahraga di panas. Pertama, tentukan waktu berolahraga dengan baik, misalnya pagi atau sore hari ketika suhu lebih kurang menyengat.
Kedua, pakailah pakaian yang ringan dan berwarna terang supaya tubuh dapat tetap dingin. Tak kalah penting, selalu bawa air untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Kehilangan Kualitas Setelah Kekalahan dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: