Duel Memanas: Insiden Tendangan Kungfu di Laga Dewa United vs Bhayangkara FC
Sebuah insiden mengejutkan terjadi pada pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United dan Bhayangkara FC di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026). Pertandingan berakhir dengan kemenangan Dewa United 2-1, namun kericuhan pasca laga menarik perhatian luas di media sosial.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Bertekad Kalahkan Semua Lawan di Kualifikasi Piala Asia 2026
Tegangan yang memuncak di lapangan diwarnai dengan aksi yang tidak sportif, termasuk sebuah tendangan kungfu yang viral, dan respons keras dari para pelatih serta pihak terkait. Insiden ini membuka kembali diskusi mengenai perilaku pemain muda di lapangan.
Pada pertandingan tersebut, Dewa United berhasil mencetak dua gol yang masing-masing dibuat oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis. Sementara itu, Bhayangkara FC mencetak gol balasan melalui Aqilah Lussnah, sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-1.
Setelah peluit akhir dibunyikan, suasana di lapangan langsung berubah menjadi tegang. Para pemain dari kedua tim terlibat dalam kericuhan yang membuat situasi semakin tidak terkendali.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Seiring dengan beredarnya video di media sosial, terlihat seorang pemain Bhayangkara FC melakukan tendangan kungfu ke arah leher pemain Dewa United. Perbuatan tersebut jelas melanggar norma dalam olahraga dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Dugaan tindakan serupa juga melibatkan pemain Bhayangkara FC lainnya, Fadly Alberto, yang diduga turut melakukan aksi tidak sportif dalam insiden ini.
Firman Utina, asisten pelatih Dewa United, menyampaikan kekecewaannya melalui Instagram dengan menyatakan, "Kamu tuh pelatih, bukan preman. Makanya kursus jangan tidur, supaya belajar sama-sama". Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya insiden tersebut bagi pihak Dewa United.
Lebih jauh, pelatih timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, memberikan respons terhadap insiden ini, menyayangkan bahwa perilaku negatif seperti ini harus diperbaiki. Ia menegaskan perlunya memberi contoh baik kepada para pemain muda yang sedang berkembang di dunia sepak bola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: