zonajuara.id – Juventus dan AC Milan saat ini terlibat dalam negosiasi serius untuk transfer penyerang Dusan Vlahovic menjelang bursa transfer musim panas 2025. Dikabarkan, angka yang dipertimbangkan berkisar antara 15 juta euro atau sekitar Rp 281 miliar.
Vlahovic, yang terikat kontrak dengan Juventus hingga Juni 2026, menjadi target utama pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, yang berusaha memperkuat lini depan Rossoneri dengan merekrut kembali mantan anak asuhnya.
Menurut laporan dari Football Italia, pembicaraan antara Juventus dan AC Milan mengenai kepindahan Vlahovic semakin intensif. “Kami dapat mengonfirmasi bahwa Juventus dan Milan sedang dalam pembicaraan langsung hari ini untuk Dusan Vlahovic,” ungkap sumber tersebut.
Vlahovic dinyatakan tertarik untuk bergabung dengan AC Milan, yang memberikan harapan positif untuk kesepakatan di angka 15 juta euro, termasuk bonus tambahan. Ini menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian dari klub berbasis di San Siro.
Salah satu langkah penting yang diambil oleh Vlahovic adalah kesediaannya untuk memotong gaji yang sebelumnya mencapai 12 juta euro per musim. Ia siap menerima tawaran gaji hingga 6 juta euro per musim, yang menunjukkan keseriusannya untuk bergabung dengan AC Milan.
Langkah ini mencerminkan niat Vlahovic untuk menempatkan masa depannya di klub tersebut, berkomitmen pada proyek jangka panjang yang mungkin ditawarkan oleh AC Milan.
Untuk Juventus, situasi mengenai Vlahovic menjadi sangat krusial. Jika transfer ini tidak terwujud pada bursa transfer musim panas ini, mereka dapat kehilangan pemain tersebut secara gratis saat kontraknya berakhir pada 2026.
Menjual Vlahovic bisa menjadi solusi bagi Juventus untuk mendapatkan dana yang diperlukan untuk mendatangkan pemain baru, termasuk pemain yang tengah diincar seperti Morten Hjulmand. Pihak klub juga diyakini bersedia menawarkan potongan harga untuk Vlahovic, membidik angka di kisaran 10 hingga 12 juta euro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: