Pemerintah AS Berkomitmen Cegah Sanksi untuk Timnas Israel di Piala Dunia 2026
Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, berkomitmen untuk melindungi tim nasional Israel dari sanksi yang mungkin dijatuhkan oleh FIFA dan UEFA menjelang Piala Dunia 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Langkah ini diambil setelah rencana voting untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel terkait situasi di Gaza terungkap.
Timnas Israel saat ini menghadapi ancaman sanksi menjelang Piala Dunia 2026 yang diinisiasi oleh UEFA.
Rencana voting ini muncul setelah Qatar, sebagai salah satu sponsor utama FIFA dan UEFA, mengajukan usulan untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel yang terkait dengan genosida di Gaza.
Keputusan tersebut bisa berpengaruh signifikan, mengingat ada dukungan kuat dari anggota Exco UEFA untuk melanjutkan voting ini, yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Pemerintahan Donald Trump berupaya keras untuk memastikan bahwa sanksi ini tidak menghalangi partisipasi timnas Israel di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga melakukan intervensi secara langsung kepada FIFA dan UEFA pasca pengumuman rencana voting tersebut.
"Kami pasti akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan segala upaya melarang tim nasional sepak bola Israel dari Piala Dunia," ungkap seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
Intervensi ini bertujuan untuk melindungi keberlangsungan partisipasi Israel dalam ajang bergengsi tersebut.
Meskipun menghadapi ancaman sanksi, peluang timnas Israel untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih tetap ada.
Saat ini, Israel menempati posisi ketiga dalam klasemen Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, hanya tertinggal selisih gol dari Italia di tempat kedua.
Jika Israel berhasil mengamankan posisi kedua, mereka akan melanjutkan ke fase playoff zona Asia, yang menjadi sangat berarti karena Israel terakhir kali berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1970.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: