Timnas Indonesia U-17: Bukan Wakil Asia Terburuk di Piala Dunia U-17 2025
Timnas Indonesia U-17 berhasil mengukuhkan posisinya di Piala Dunia U-17 2025 dengan catatan tidak menjadi wakil Asia terburuk setelah penyisihan grup berakhir.
Baca juga: Emil Audero Bahagia di Kemenangan Cremonese atas AC Milan
Meskipun terhenti di fase grup, tim Garuda Asia meraih tiga poin dari tiga pertandingan, menunjukkan kinerja kompetitif yang patut diapresiasi.
Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup H bersama Brasil dan Zambia, yang keduanya berhasil lolos ke babak 32 besar. Dalam tiga pertandingan, tim asuhan Nova Arianto mengumpulkan tiga poin, berkat kemenangan 2-1 atas Honduras di laga terakhir fase grup.
Meskipun berada di posisi ketiga, Indonesia bersaing ketat dengan Arab Saudi yang juga memiliki jumlah poin serupa. Namun, diferensial gol Indonesia lebih buruk, yang membuat mereka tersingkir dari turnamen.
Dari total pertandingan yang dijalani, performa tim Garuda Asia menunjukkan daya saing meskipun harus menerima kenyataan tersisih.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Perkenalkan Dua Pemain Baru: Federico Barba dan Thom Haye
Tajikistan menjadi wakil Asia dengan performa terburuk, mengakhiri turnamen tanpa meraih satu poin pun setelah kalah di semua pertandingan di Grup I. Hal ini menggambarkan betapa ketatnya persaingan di level internasional untuk tim-tim Asia.
Uni Emirat Arab dan Qatar juga tidak berhasil tampil maksimal, dengan UEA hanya mampu meraih satu poin di Grup C dan Qatar, sebagai tuan rumah, mengumpulkan dua poin dari tiga laga yang mereka jalani.
Situasi ini menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi tim-tim Asia dalam upaya mencapai prestasi di pentas dunia.
Berbanding terbalik dengan tim-tim Asia lainnya, Jepang dan Korea Selatan berhasil mencetak hasil terbaik di fase grup Piala Dunia U-17. Kedua tim tersebut berhasil mengumpulkan tujuh poin, dengan Jepang lolos sebagai juara grup setelah mengalahkan Portugal.
Korea Selatan juga menunjukkan performa gemilang dengan finis di peringkat kedua Grup F, mengilustrasikan bahwa kualitas sepak bola Asia mampu bersaing di level tinggi.
Hasil ini mencerminkan dedikasi yang dilakukan oleh federasi sepak bola masing-masing dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pemain muda di panggung internasional.
Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Kehilangan Kualitas Setelah Kekalahan dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: