Rizki Nur Fadhilah Klarifikasi Kasus TPPO: Saya Baik-Baik Saja dan Ingin Pulang
Pesepakbola Rizki Nur Fadhilah, yang sempat diberitakan sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), muncul dengan penjelasan di media sosial bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Gabung Timnas Indonesia, Siap Hadapi Piala Dunia 2026
Dalam video klarifikasinya, Rizki menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan mengekspresikan keinginannya untuk segera kembali ke Indonesia.
Rizki Nur Fadhilah menjelaskan, 'Saya ingin meluruskan fakta terkait isu yang sedang beredar dikarenakan itu tidak pernah, itu kemauan saya sendiri tidak ada paksaan dan di sini saya baik-baik aja kondisi saya aman tadi saya sudah dikasih makan.' Dalam penjelasannya, Rizki menegaskan bahwa semua cerita tentang dirinya menjadi korban adalah tidak benar.
Kabar mengenai potensi Rizki menjadi korban TPPO muncul setelah informasi menyebutkan bahwa dia dibawa ke luar negeri untuk mengikuti seleksi klub sepakbola. Namun, Rizki dengan tegas membantah isu tersebut dan memberikan rincian keadaan sebenarnya dalam video yang diunggah.
Dalam video yang diunggah di Instagram, Rizki juga mengungkapkan bahwa ada biaya yang diperlukan untuk pemulangannya. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja meminta uang tebusan senilai 42 juta rupiah untuk berbagai keperluan, termasuk tiket pulang.
Baca juga: Persib Bandung Siapkan Pengumuman Transfer Thom Haye
Rizki juga menulis di akun TikTok-nya, 'Saya ingin meluruskan masalah yang terkait viral di Indonesia, saya sebenernya nggak disiksa dan nggak diapa-apain cuma saya pengen pulang aja krna gak betah.' Dengan pernyataan ini, Rizki ingin menegaskan posisinya terkait situasi yang dihadapinya.
Ia merinci bahwa biaya tersebut mencakup ongkos taksi, biaya makan, dan pengeluaran lainnya. Rizki menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak meminta uang lebih dari yang sudah disebutkan sebelumnya.
Kasus yang melibatkan Rizki mendapatkan sorotan lebih, terutama karena masalah TPPO memang merupakan isu serius dalam sepakbola dan sektor lainnya. Penegakan hukum terhadap pelaku TPPO diharapkan melibatkan kerjasama berbagai pihak untuk mencegah kejadiankejadian serupa di masa depan.
Rizki mengulangi dalam video terpisah, 'Berangkat ke sini tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan, intinya saya ingin pulang ke sana karena saya tidak betah di sini.' Pernyataan ini mengundang harapan agar isu TPPO dalam konteks olahraga bisa ditangani secara lebih serius.
Upaya untuk memulangkan individu dari situasi TPPO, termasuk atlet seperti Rizki, sangat perlu melibatkan pemerintah pusat dan daerah serta organisasi non-pemerintah. Hal ini penting untuk memberikan perlindungan kepada individu yang berpotensi terjebak dalam situasi berbahaya.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia Melaju ke Semifinal Piala AFF U16 Wanita 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: