SEA Games Plus: Langkah Strategis Indonesia untuk Libatkan Lebih Banyak Negara
Indonesia resmi menginisiasi SEA Games Plus yang dijadwalkan berlangsung di Filipina pada tahun 2028. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas partisipasi atlet dari negara-negara non-ASEAN.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyatakan bahwa negara-negara seperti Bhutan, Selandia Baru, Fiji, dan Australia telah diundang untuk berpartisipasi. Hal ini akan menambah jumlah peserta yang sebelumnya hanya melibatkan 11 negara ASEAN.
Raja Sapta Oktohari menegaskan pentingnya melakukan komunikasi aktif dengan negara lain untuk memperluas cakupan SEA Games. "Kami berkomunikasi dengan beberapa negara untuk menginisiasi SEA Games agar diperluas," ujarnya.
Dengan penambahan negara-negara dari Oseania dan Bhutan, diharapkan ajang ini menjadi lebih kompetitif. "Jadi, bukan hanya 11 negara, tapi akan ditambah oleh negara seperti dari Bhutan dan negara-negara dari Oceania," lanjut Okto.
Rencananya, SEA Games Plus akan menjadi ajang perdana yang digelar di Filipina, dan diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi atlet untuk berprestasi secara internasional.
Baca juga: Dominik Szoboszlai Perankan Peran Kunci dalam Kemenangan Liverpool atas Arsenal
Okto menilai bahwa perluasan ajang ini akan memberikan ruang bagi cabang olahraga Olimpiade untuk lebih disorot. "Ini akan menjadi ajang ukuran baru," tambahnya.
Dia juga menunjukkan bahwa SEA Games selama ini sering terpengaruh oleh cabang olahraga unggulan negara tuan rumah, yang bisa mengganggu objektivitas kompetisi. "Karena kita lihat kemarin, baik itu di Thailand, di Kamboja, di Vietnam, atau di Indonesia, semua tuan rumah maunya jadi juara umum," ungkapnya.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan dana untuk multi-event dan memprioritaskan cabang olahraga yang lebih relevan dengan Olimpiade.
Melalui SEA Games Plus, diharapkan ada peningkatan kualitas dan kuantitas kompetisi. "Ini akan jadi ajang yang menarik nantinya," kata Okto.
Dengan terbukanya keterlibatan lebih banyak negara, atlet Indonesia diharapkan dapat berlatih dan bersaing di level yang lebih tinggi, serta menyesuaikan diri dengan format kompetisi internasional.
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan prestasi olahraga di kawasan Asia Tenggara dan global.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: