Pelanggaran oleh Imanol Machuca Membayangi Masa Depan Timnas Malaysia
Imanol Machuca, pemain naturalisasi Timnas Malaysia, kini berada dalam sorotan setelah diduga melanggar sanksi FIFA dengan berlatih di Argentina.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kemenangan Dramatis atas Taylor Fritz
Langkah ini berpotensi mengakibatkan sanksi tambahan yang lebih berat akibat keterlibatannya dalam pemalsuan dokumen yang mengikatnya dengan larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.
Imanol Machuca terlapor melakukan sesi latihan dengan San Lorenzo, meskipun terikat dengan hukum larangan selama 12 bulan yang diatur oleh FIFA.
Larangan tersebut meliputi seluruh aktivitas sepak bola, termasuk latihan dan penggunaan fasilitas klub, berpotensi menambah sanksi jika FIFA menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran serius.
FIFA memiliki hak penuh untuk mengenakan sanksi tambahan, seperti skorsing lebih lanjut dan denda, kepada Machuca sebagai bentuk ketidakpatuhan hukum.
Keputusan mengenai sanksi ini juga dapat mempengaruhi klub tempatnya berlatih karena ikut terlibat dalam pelanggaran.
Nik Erman Nik Roseli, pengacara olahraga asal Malaysia, menyoroti dampak serius dari tindakan Imanol Machuca. 'Hukuman yang dijatuhkan FIFA kepada Machuca adalah larangan berpartisipasi dalam segala aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola selama 12 bulan,' ujarnya.
Baca juga: Janice Tjen Mengakhiri Perjalanan di US Open 2025
Ia menambahkan, 'Kegiatan Machuca yang berlatih termasuk dalam lingkup aktivitas yang melibatkan sepak bola dan merupakan pelanggaran terhadap aturan FIFA.'
Erman merujuk pada Pasal 21 Kode Disiplin FIFA, yang menyebutkan bahwa kegagalan menghormati hukum dapat berakibat pada sanksi tambahan.
Meskipun tidak ada definisi spesifik mengenai aktivitas sepak bola, umumnya hal tersebut dianggap mencakup semua kegiatan terkait olahraga ini.
Hukuman yang diterima Machuca juga berimbas pada enam pemain lainnya yang terlibat, semua terkena larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.
FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia) dihadapkan pada denda sebesar 350.000 CHF, serta kewajiban untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: