BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 11:48 WIB

Kontroversi Penghargaan Comeback Terbaik: Ulah Paul Pogba atau Kemenangan Sejati?

Kontroversi Penghargaan Comeback Terbaik: Ulah Paul Pogba atau Kemenangan Sejati?Kontroversi Penghargaan Comeback Terbaik: Ulah Paul Pogba atau Kemenangan Sejati?

Gelandang AS Monaco, Paul Pogba, belakangan ini menjadi sorotan setelah menerima penghargaan comeback terbaik di ajang Globe Soccer Awards 2025 di Dubai pada 28 Desember.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kemenangan Dramatis atas Taylor Fritz

Namun, penghargaan ini mendapatkan protes dari publik dan mantan pemain, Jimmy Cabot, yang mempertanyakan kelayakan Pogba mengingat sejarahnya terkait doping.

Penghargaan yang Menuai Protes

Di ajang Globe Soccer Awards 2025, Paul Pogba dinyatakan sebagai penerima penghargaan comeback terbaik setelah melewati masa skorsing akibat kasus doping. Hal ini menimbulkan banyak reaksi berbeda, baik dari penggemar maupun analis olahraga.

Dari sekian banyak atlet yang menerima penghargaan serupa, seperti Cristiano Ronaldo dan Ousmane Dembele, nama Pogba menjadi sorotan besar. Kritik pun meluas, dengan banyak yang mempertanyakan apakah pencapian Pogba setara dengan perjalanan sulit pemain lain yang kembali dari cedera serius.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Komentar Kritis dari Jimmy Cabot

Jimmy Cabot, mantan pemain Lorient dan Angers, tidak ragu untuk menyampaikan pendapatnya yang kritis melalui media sosial. Ia menyatakan, 'Pogba tidak layak mendapatkan penghargaan ini,' sambil merekomendasikan agar penghargaan diberikan kepada pemain seperti Matthieu Udol dan Nabil Bentaleb.

Cabot menekankan perjuangan Udol yang sembuh dari cedera ACL hingga empat kali, serta Bentaleb yang lanjut berkarier setelah henti jantung. Tanggapan Cabot mencerminkan ketidakpuasan yang kian meluas di kalangan komunitas sepak bola.

Respon Publik dan Masa Depan Pogba

Kontroversi ini terus bergulir, melahirkan opini publik yang beragam. Banyak pengamat berpendapat bahwa penghargaan seharusnya lebih difokuskan kepada mereka yang berhasil bangkit dari cedera, bukan dari pelanggaran aturan.

Setelah kembali bertanding, Paul Pogba hanya tampil dalam tiga laga, dengan total waktu bermain hanya 21 menit. Masalah doping yang membayangi kariernya jelas memengaruhi citranya sekaligus memberikan pelajaran bagi industri olahraga secara keseluruhan.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kontroversi Penghargaan Comeback Terbaik: Ulah Paul Pogba atau Kemenangan Sejati?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!