Kekecewaan Fans Al Nassr: Apakah Ronaldo Masih Layak Bertahan?
Cristiano Ronaldo kini berada dalam sorotan setelah Al Nassr mengalami puasa gelar selama tiga tahun terakhir. Serangkaian hasil buruk tim asal Riyadh ini membuat fans mulai mempertanyakan masa depan sang superstar di klub.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Walaupun Ronaldo telah mencetak 107 gol sejak bergabung pada awal 2023, pencapaian tersebut tak mampu menghadirkan trofi yang diharapkan, sehingga menimbulkan rasa frustrasi di kalangan penggemar.
Cristiano Ronaldo bergabung dengan Al Nassr di awal tahun 2023, membawa reputasi sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Dalam 121 pertandingan di berbagai kompetisi, Ronaldo mencetak 107 gol, termasuk 28 gol penalti dan memberikan 22 assist.
Meskipun kontribusi gol yang mengesankan, Al Nassr tidak meraih satu pun gelar selama kehadiran Ronaldo. Klub kehilangan 13 kesempatan untuk meraih trofi, termasuk gelar Liga Arab Saudi yang mereka lewatkan selama tiga musim berturut-turut sejak 2022/2023.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Ketidakpuasan penggemar mencapai puncaknya setelah kekalahan terbaru Al Nassr 2-3 dari Al Ahli, yang menyebabkan tim kehilangan posisi teratas klasemen Saudi Pro League 2025/2026. Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo tampil tanpa mencetak gol atau memberikan assist.
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan dua penggemar menyuarakan protes terhadap Ronaldo. Salah satu penggemar menegaskan, 'Ronaldo harus pergi, kami mohon. Kamu harus belajar menghormati sejarahmu sendiri. Ini bukan soal menjadi Ronaldo semata.'
Walaupun banyak tekanan dari penggemar, Cristiano Ronaldo tetap terikat kontrak dengan Al Nassr hingga tahun 2027. Dalam kontraknya, Ronaldo menerima gaji mencengangkan sebesar 400 juta euro, setara dengan Rp 7,6 triliun.
Posisi Ronaldo di Al Nassr selalu diperhatikan dengan seksama, terutama mengingat harapan yang tinggi dari klub dan fans untuk kesuksesan. Namun, kekecewaan yang dirasakan penggemar menunjukkan ekspektasi yang mungkin terlalu tinggi dari salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
Baca juga: Juventus Awali Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan Melawan Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: