Manchester United Mengguncang Dunia Sepak Bola dengan Pemecatan Ruben Amorim
Manchester United mengejutkan banyak pihak dengan keputusan mendadak untuk memecat pelatih kepala Ruben Amorim. Hal ini diungkapkan hanya sehari setelah tim ditahan imbang Leeds United dengan skor 1-1.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Pengumuman tersebut dirilis oleh manajemen klub pada Senin, 5 Januari 2026, dan mereka menyatakan bahwa keputusan ini diperlukan untuk meningkatkan performa tim yang sedang lesu.
Kinerja Ruben Amorim yang dinilai kurang memuaskan menjadi alasan utama pemecatannya. Saat ini, Manchester United menduduki posisi keenam di Liga Premier, dan manajemen berharap untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Dalam pernyataan resmi mereka, klub menyebutkan, "Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Premier, manajemen klub dengan berat hati telah mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan."
Keputusan untuk memecat Amorim muncul setelah serangkaian hasil buruk serta konflik internal, termasuk ketegangan dengan direktur sepak bola, Jason Wilcox, mengenai pendekatan taktis yang diterapkan.
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025
Selama masa jabatannya, Ruben Amorim kurang berhasil dalam menerapkan strategi yang diinginkan oleh manajemen. Beliau diketahui lebih memilih format permainan 3-4-3 dan menolak untuk mengembangkan pendekatan lainnya.
Amorim juga menyatakan kekecewaannya terkait kurangnya dukungan dari klub dalam hal transfer pemain menjelang bursa transfer musim dingin. Hal ini semakin memperburuk posisinya di klub.
Statistik menunjukkan bahwa dari total 63 pertandingan, Amorim hanya berhasil memenangkan 24 di antaranya, dengan 15 kemenangan di Premier League, yang menandakan ketidakstabilan tim di bawah kepemimpinannya.
Setelah diputuskan untuk tidak lagi melatih, Ruben Amorim mengungkapkan bahwa ia merasa kurang mendapat dukungan dari manajemen. Ia juga tidak merasa terkejut dengan keputusan tersebut, menyebutnya sebagai sesuatu yang sudah bisa diprediksi.
Amorim tetap optimis mengenai masa depan Manchester United dan berharap agar tim dapat finis di zona Liga Champions pada akhir musim. Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi tim, optimisme tersebut menjadi sebuah sinyal positif.
Ia juga menekankan pentingnya penambahan satu atau dua pemain berpengalaman, terutama seorang striker, untuk memperkuat skuad di bursa transfer Januari ini.
Baca juga: Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Menang Besar atas Real Oviedo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: