BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 16:45 WIB

Tes Aturan Pengatur Waktu di Indonesia Masters 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Tes Aturan Pengatur Waktu di Indonesia Masters 2026: Apa yang Perlu Diketahui?Tes Aturan Pengatur Waktu di Indonesia Masters 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan segera mengujicobakan aturan baru tentang pengatur waktu di Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Aturan ini bertujuan untuk disiplin permainan dan mengurangi penundaan, berpotensi mengubah cara pertandingan bulu tangkis dijalankan.

Penerapan Sistem Pengatur Waktu

Dalam sistem Time Clock baru ini, pemain akan memiliki batas waktu 25 detik untuk bersiap melakukan servis setelah reli berakhir. Penghitungan waktu ini dimulai sejak wasit mencatat skor dari reli terakhir.

Tujuan dari penerapan waktu ini adalah untuk mengurangi subjektivitas dalam keputusan wasit. Pemain diperbolehkan melakukan aktivitas seperti mengelap keringat atau minum air, asalkan mereka tetap mengikuti tempo dari server.

Namun, jika penerima servis memperlambat tempo, mereka dapat dikenakan sanksi dari wasit. Pergantian shuttlecock juga harus dilakukan dalam jam waktu 25 detik yang telah ditetapkan.

Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025

Implementasi Sanksi atas Pelanggaran

BWF menjelaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan Time Clock bisa berakibat sanksi dari wasit. Bentuk sanksi dapat berupa peringatan verbal, kartu kuning, atau bahkan kartu merah, bergantung pada frekuensi pelanggaran.

Selama masa uji coba awal, hanya peringatan verbal yang akan diterapkan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi para pemain agar beradaptasi dengan perubahan baru tersebut.

Sanksi yang lebih tegas mungkin akan berlaku setelah evaluasi penerapan sistem ini, jika diperlukan.

Evaluasi dan Masa Depan Aturan

Masa uji coba aturan Time Clock ini akan dievaluasi secara menyeluruh oleh BWF sebelum diterapkan secara permanen. Proses evaluasi ini akan menentukan apakah aturan ini berhasil diterapkan dalam pertandingan.

Jika hasil evaluasi positif, BWF akan memberlakukan aturan ini di seluruh pertandingan pada tahun 2026. Untuk pertandingan yang tidak menerapkan sistem ini, penilaian penundaan akan mengikuti prosedur sebelumnya.

Keputusan final mengenai penerapan aturan ini akan diumumkan dalam pertemuan tahunan BWF yang akan datang.

Baca juga: Kemenangan Perdana Emil Audero di Serie A Bersama Cremonese

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tes Aturan Pengatur Waktu di Indonesia Masters 2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!