Ancaman Terhadap Wasit Usai Kontroversi di Laga Inter dan Juventus
Wasit Federico La Penna kini berada dalam sorotan setelah mendapat ancaman kematian pasca keputusan kontroversialnya di pertandingan Inter Milan melawan Juventus dalam Liga Serie A 2025-2026.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Keputusan tersebut berujung pada kekalahan 2-3 bagi Juventus dan menimbulkan dampak serius bagi La Penna, juga keluarganya.
Dalam pertandingan yang berlangsung pada 15 Februari 2026, La Penna mengeluarkan kartu merah untuk bek Juventus, Pierre Kalulu, yang dianggap bersalah melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni.
Keputusan ini dibuat tanpa peninjauan VAR, memicu kontroversi di kalangan penggemar dan analis sepak bola.
Akibat kartu merah tersebut, Juventus terpaksa melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain dan mengalami kekalahan dramatis dengan skor 2-3.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Usai pertandingan, ketegangan meningkat ketika beberapa petinggi klub, termasuk Luciano Spalletti dan Giorgio Chiellini, menyampaikan protes keras terhadap keputusan La Penna.
Laporan mengejutkan menyebutkan bahwa La Penna menerima ancaman kematian, beserta banyak pesan kebencian yang membuat dirinya dan keluarga merasa terancam.
Pesan-pesan tersebut berisi ancaman spesifik, seperti 'Aku akan menembakmu' dan 'Kami tahu di mana kamu tinggal', yang menambah kecemasan di kalangan petugas pertandingan.
Wakil Presiden Asosiasi Wasit, Francesco Massini, mengecam keras tindakan ancaman terhadap La Penna, menegaskan bahwa hal tersebut sudah melampaui batas kesopanan dan sportivitas.
Massini menyatakan bahwa tidak seharusnya seorang wasit merasa terancam karena keputusan di lapangan dan berharap insiden serupa tidak terulang.
Ia juga menjelaskan bahwa Asosiasi Wasit akan memberikan perlindungan kepada La Penna dan menindaklanjuti langkah-langkah untuk menjaga keselamatannya.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: