Insiden Mengejutkan di Lapangan: Kolapsnya Bek Persijap Rahmat Hidayat Saat Melawan Persebaya
Pemain bek Persijap Jepara, Rahmat Hidayat, kolaps saat bertanding melawan Persebaya Surabaya di Super League pada Sabtu malam, 21 Februari 2026. Insiden ini terjadi di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, di tengah pertandingan ketat yang berakhir dengan skor 3-1 untuk Persijap.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Momen dramatis terjadi pada menit ke-52, ketika Rahmat mengalami masalah kesehatan yang segera menarik perhatian tim medis dan pemain lain. Kecemasan menyelimuti lapangan saat ambulans memasuki stadion untuk membawanya ke rumah sakit.
Rahmat melakukan clearance dan terlihat jogging setelah timnya berbalik menyerang. Tiba-tiba, ia mengangkat tangan, memberi isyarat bahwa ia dalam masalah, sebelum akhirnya jatuh terkulai di lapangan.
Tim medis merespons cepat, membawa Rahmat ke sisi lapangan dengan tandu. Beberapa pemain lain berinisiatif membantu dengan mengibaskan jersey ke arah Rahmat sebagai bentuk solidaritas.
Ambulans datang untuk membawa Rahmat ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan pertandingan terpaksa dihentikan selama sepuluh menit sebelum dilanjutkan.
Baca juga: Olahraga Sebagai Sarana Self-Care: Meningkatkan Kesehatan Mental dan Emosional
Dokter tim Persijap, Ary Setiawan, mengonfirmasi bahwa Rahmat mengalami hipoglikemia dan hipokalemia. 'Didiagnosa Rahmat kena hipoglikemia dan hipokalemia,' ungkap Ary dalam rilis kepada media.
Dokter Ary juga menjelaskan bahwa setelah terjadi kolaps, tim medis segera memeriksa kondisi vital Rahmat, termasuk jantung dan saturasi oksigen. 'Tadi Rahmat sempat black out di lapangan,' lanjut Ary.
Hasil pemeriksaan di rumah sakit menunjukkan adanya perbaikan. Ary menambahkan, 'Setelah dari rumah sakit, kita evaluasi lagi 24 jam ke depan untuk mengantisipasi case yang lebih parah.'
Meskipun insiden yang dramatik tersebut menciptakan ketegangan, pertandingan dilanjutkan dan berakhir dengan kemenangan Persijap atas Persebaya dengan skor 3-1. Di sisi lain, pertandingan ini juga diwarnai oleh satu kartu merah untuk pemain Rachmat Irianto di menit ke-86.
Kondisi kesehatan Rahmat Hidayat terus dipantau pasca insiden, menyoroti pentingnya perhatian terhadap keselamatan pemain dalam setiap pertandingan. Kesadaran akan kesehatan atlet di lapangan semakin meningkat.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan medis dan respons cepat dalam situasi darurat, terutama dalam kompetisi yang intens.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Takluk dari Australia di Semifinal Piala AFF Putri U-16 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: