Ducati Sebut Penalti Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026 Tidak Berkeadilan
Ducati melalui manajernya, Davide Tardozzi, telah mengungkapkan ketidakpuasan terhadap penalti yang dijatuhkan kepada Marc Marquez dalam MotoGP Thailand 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Insiden tersebut terjadi selama Sprint Race di Sirkuit Buriram, yang berujung pada kemenangan Pedro Acosta.
Sprint Race di Sirkuit Buriram menyajikan pertarungan sengit antara Pedro Acosta dan Marc Marquez, yang saling berusaha meraih posisi terdepan.
Pertarungan ini mencapai puncaknya pada lap terakhir ketika Marquez mencoba melakukan manuver untuk menyalip Acosta, yang berujung pada insiden persinggungan.
Akibat dari insiden tersebut, steward mengambil keputusan untuk memberikan penalti kepada Marquez, yang secara langsung memengaruhi posisi akhir balapan.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Eliano Reijnders dari PEC Zwolle
Davide Tardozzi selaku manajer tim Ducati langsung memberikan komentar tegas terkait keputusan penalti tersebut.
"Marc tidak menyentuh Pedro, ia juga tidak keluar dari lintasan. Menurut saya, hal ini tidak adil. Saya yakin Acosta pun akan melakukan hal yang sama," ungkap Tardozzi.
Ia menyatakan bahwa penalti itu tidak mencerminkan situasi sebenarnya dan menekankan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kompetisi ketat di sirkuit.
Setelah Sprint Race, fokus kini beralih ke balapan utama yang dijadwalkan pada 1 Maret 2026 dan diharapkan menyajikan pertarungan yang lebih menarik.
Dengan penalti yang dikenakan pada Marquez, banyak yang penasaran bagaimana ia akan bertanding di race utama, mengingat rekam jejaknya yang mumpuni.
Penggemar berharap bahwa performa Marquez tidak terpengaruh dan ia mampu menunjukkan kehebatannya di sirkuit.
Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Takluk dari Australia di Semifinal Piala AFF Putri U-16 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: