Pertandingan El Clasico yang diadakan pada 26 Oktober 2025 di Stadion Santiago Bernabeu menyuguhkan aksi menarik dan insiden yang membuat ketegangan antara pemain dan staf kedua tim meningkat. Wasit Cesar Soto Grado menjadi sorotan setelah mengeluarkan total sepuluh kartu kuning dan satu kartu merah di tengah laga yang dimenangkan Real Madrid 2-1.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Di laga tersebut, kartu kuning diterima tidak hanya oleh pemain di lapangan, tetapi juga melibatkan sejumlah argumen antara anggota tim di bangku cadangan. Insiden-insiden ini menambah dramatik pada rivalitas abadi antara dua raksasa La Liga ini.
Hujan Kartu di El Clasico
Wasit Cesar Soto Grado mengeluarkan lima kartu kuning untuk pemain Real Madrid dalam pertandingan ini, mencakup nama-nama seperti Dean Huijsen, Eder Militao, Federico Valverde, Vinicius Junior, dan Rodrygo. Sementara itu, Barcelona juga menerima sanksi serupa, dengan Pedri menjadi sorotan setelah mendapatkan dua kartu kuning dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-90+10.
Selain Pedri, beberapa pemain Barcelona yang juga menerima kartu kuning termasuk Alejandro Balde, Fermin Lopez, dan Ferran Torres. Kegiatan pengeluaran kartu ini menunjukkan intensitas dan pengendalian emosi yang diperlukan dalam pertandingan sekelas El Clasico.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Klub Prancis Lille
Ketegangan di Bangku Cadangan
Situasi memanas di bangku cadangan ketika Pedri menerima kartu kuning keduanya, menimbulkan keributan di area tersebut. Momen ini melibatkan beberapa pemain, termasuk Vinicius Junior dari Real Madrid dan Ferran Torres serta Alejandro Balde dari Barcelona, yang terlibat dalam adu argumen.
Pelatih Xabi Alonso terlihat berupaya meredakan ketegangan dengan menenangkan Vinicius Junior dan meminta Eder Militao kembali ke lapangan. Namun, situasi semakin memanas hingga berujung pada dikeluarkannya kartu merah untuk kiper cadangan Real Madrid, Andriy Lunin.
Insiden Setelah Pertandingan
Setelah peluit akhir dibunyikan, ketegangan belum berakhir. Kapten Real Madrid, Dani Carvajal, mendekati Lamine Yamal untuk menyampaikan ketidakpuasannya terkait pernyataan yang diucapkan sebelumnya. Vinicius Junior juga tampak terlibat dalam diskusi yang sama dengan Yamal, tetapi terhalang oleh staf dari masing-masing tim, sehingga tidak terjadi kontak fisik.
Xabi Alonso kembali mengambil peran sebagai mediator, meminta pemainnya untuk tetap tenang dan tidak memperpanjang perselisihan yang terjadi. Upaya ini menunjukkan pentingnya pengendalian diri dalam sebuah laga besar seperti El Clasico.
Baca juga: Juventus Awali Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan Melawan Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: