FIFA mengindikasikan adanya kemungkinan sanksi lebih berat terhadap Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) terkait skandal naturalisasi pemain. Hal ini menyusul laporan terbaru yang menunjukkan FAM tidak memiliki dasar yang kuat untuk mengajukan banding.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Dalam laporan sepanjang 63 halaman yang dirilis pada 18 November 2025, FIFA menemukan tujuh pemain naturalisasi Malaysia terbukti menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan kewarganegaraan.
Latar Belakang Kasus Skandal Naturalisasi
Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) kini harus menghadapi konsekuensi serius setelah FIFA menjatuhkan sanksi terkait skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain. Ke tujuh pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazabal yang mendapat hukuman karena tidak memenuhi syarat memiliki darah keturunan Malaysia.
FIFA telah menjatuhkan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc, sekitar Rp 7,3 miliar, kepada FAM, di samping pelarangan aktivitas selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut per 26 September. Denda tambahan sebesar 2.000 Swiss Franc per pemain juga dikenakan, memperparah situasi FAM.
Sanksi ini menjadi titik terang bagi FIFA untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas permainan. Dalam pandangannya, tindakan FAM yang terlibat dalam skandal ini sangat mencoreng citra sepakbola.
Baca juga: Dominik Szoboszlai Perankan Peran Kunci dalam Kemenangan Liverpool atas Arsenal
Detail Laporan dan Penyelidikan FIFA
Laporan FIFA lebih lanjut mengungkapkan bahwa penyelidikan mereka menemukan penggunaan dokumen palsu oleh para pemain tersebut. Bukti lain yang dihadirkan mencakup komunikasi melalui aplikasi WhatsApp yang memperkuat dugaan.
FIFA menyimpulkan bahwa FAM tidak dapat memberikan alasan yang kuat untuk mengajukan banding atau melawan keputusan yang diambil. Hal ini memunculkan spekulasi di kalangan pengamat bahwa hukuman lebih keras bisa saja menanti FAM.
Sebagaimana dinyatakan FIFA, "Keputusan ini diambil berdasarkan temuan yang ada dan demi menjaga keadilan dalam sepakbola di seluruh dunia.".
Implikasi dan Potensi Sanksi Lebih Berat
Keadaan saat ini membuat FAM terjebak dalam posisi yang sangat sulit. Media lokal melaporkan bahwa FIFA bersiap untuk menjatuhkan sanksi yang lebih ketat jika FAM gagal membuktikan diri.
Sanksi yang lebih berat bisa saja diterapkan jika bukan karena prinsip non reformatio in pejus dalam Kode Disiplin FIFA. Ini berarti tidak ada hukuman yang lebih berat dapat diberikan tanpa bukti baru yang muncul.
Sebagai referensi, Timor Leste pernah mendapatkan hukuman berat dari FIFA pada tahun 2016 yang mengakibatkan pembatalan semua pertandingan Kualifikasi Piala Asia akibat skandal serupa. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Timnas Malaysia juga bisa dicoret dari ajang Kualifikasi Piala Asia 2027.
Baca juga: Zumba: Olahraga Serius atau Sekadar Hiburan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: