Kamis, 01 JANUARI 2026 • 09:59 WIB

Persib Bandung Siap Tantang Ratchaburi FC di 16 Besar AFC Champions League Two

Author

Persib Bandung Siap Tantang Ratchaburi FC di 16 Besar AFC Champions League Two

Persib Bandung bakal melawan wakil Thailand, Ratchaburi FC, di babak 16 Besar AFC Champions League Two. Pelatih Bojan Hodak menyebut undian ini menguntungkan, meski ada tantangan berat yang harus dihadapi.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Hodak merasa optimis timnya bisa bersaing, terutama dengan leg kedua yang digelar di kandang sendiri. Ia berharap dukungan dari federasi dan liga untuk mempersiapkan timnya menghadapi kompetisi internasional.

Strategi Persib Menghadapi Ratchaburi FC

Pelatih Bojan Hodak optimis bisa menentukan strategi yang tepat untuk menghadapi Ratchaburi FC. "Saya lihat ini adalah tim yang bisa kami hadapi, tim yang bisa kami tantang," ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya bermain di kandang sendiri untuk meningkatkan peluang tim. "Jika stadion penuh, saya pernah katakan itu tentunya tidak akan mudah bagi lawan," tambah Hodak.

Hodak percaya timnya akan memaksimalkan semua potensi yang ada untuk meraih keberhasilan. Dia mencatat bahwa hasil undian ini memiliki banyak aspek positif untuk Persib.

Baca juga: Persib Bandung Resmi Perkenalkan Dua Pemain Baru: Federico Barba dan Thom Haye

Tantangan Jadwal Padat di Kompetisi Domestik

Meskipun optimis, Hodak juga mencemaskan jadwal padat yang dihadapi di liga domestik. Persib harus menjalani tiga pertandingan dalam dua pekan yang dapat mempengaruhi persiapan untuk AFC Champions League.

"Sekarang kami fokus untuk menjadwal ulang pertandingan di liga, karena ada jadwal kami bertanding di tiga laga dalam dua pekan," jelas Hodak.

Dia berharap agar liga bisa menyesuaikan jadwal agar persiapan tim berjalan lebih lancar, yang tentu saja berpengaruh pada peluang tim untuk melaju ke babak berikutnya.

Perbandingan Tantangan Kompetisi Asia dan Eropa

Hodak juga membahas perbedaan signifikan yang ada antara kompetisi di Asia dan Eropa, terutama mengenai jarak dan waktu perjalanan. "Di Eropa tidak terlalu lama melakukan perjalanan. Asia itu sangat besar dan ini menjadi masalah utama," ujarnya.

Ia memberi contoh bahwa perjalanan di Eropa biasanya hanya satu hingga dua jam, dengan perjalanan terjauh sekitar lima jam. "Ini perbedaan yang besar," ungkapnya, merujuk tantangan yang dihadapi dalam kompetisi internasional.

Baca juga: Proses Naturalisasi Dua Pemain Calon Anggota Timnas Indonesia Menuju Warga Negara Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU