Drawing Piala AFF 2026 telah selesai dan Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff Brunei dan Timor Leste.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, optimis bahwa skuad Garuda memiliki peluang bersaing dengan tim-tim di kawasan tersebut.
Optimisme John Herdman
Dalam acara drawing yang digelar di Studio RCTI, Herdman mengungkapkan keyakinannya terhadap kemampuan timnya di Piala AFF 2026.
"Turnamen top, banyak tim selevel, dan punya semangat untuk menang," ungkapnya mengenai persaingan di turnamen ini.
Herdman juga menyebutkan bahwa kompetisi di Asia Tenggara memiliki peran penting dalam pengembangan pemain, dan menyatakan, "Turnamen ini bagus bagi skuad kami, untuk perkembangan pemain di masa depan nantinya. Indonesia punya peluang (menang)."
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula
Sejarah dan Pencapaian Timnas Indonesia
Timnas Indonesia tercatat sebagai tim dengan pencapaian runner up terbanyak di Piala AFF dengan enam kali menempati posisi tersebut.
Perolehan ini terjadi pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Thailand merupakan lawan yang paling banyak mengalahkan Indonesia dalam turnamen ini, mencatatkan kemenangan pada tahun 2000, 2002, 2016, dan 2020.
Meski Indonesia belum pernah meraih gelar juara, keberhasilan meraih posisi runner up tetap menjadi catatan penting dalam sejarah sepak bola nasional.
Persiapan Menjelang Piala AFF 2026
Dengan pelatih baru dan persiapan yang matang, Timnas Indonesia fokus mempersiapkan diri untuk Piala AFF 2026.
Kehadiran sejumlah pemain muda serta kompetisi internal yang baik di liga domestik diharapkan dapat meningkatkan performa tim.
Di bawah arahan Herdman, strategi dan konsep permainan yang diterapkan menjadi fokus utama dalam persiapan menjelang turnamen mendatang.
Baca juga: Juventus Awali Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan Melawan Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: