Roger Federer, legenda tenis asal Swiss, mengungkapkan rasa gugup menjelang kepulangannya ke Australian Open 2026. Dalam wawancara pra-acara, Federer menekankan betapa pentingnya momen ini bagi dirinya dan para penggemar.
Baca juga: Olahraga Sebagai Sarana Self-Care: Meningkatkan Kesehatan Mental dan Emosional
Pemain berusia 44 tahun ini akan berbagi panggung dengan sejumlah mantan juara dunia, menandai kesempatan perpisahan yang berkesan bagi banyak orang yang mengaguminya.
Momen Penting dalam Karir Roger Federer
Roger Federer mengaku merasakan kegugupan menjelang pertemuan bersejarah ini. Ia mengungkapkan, "Saya sedikit gugup," saat memberikan tanggapan kepada wartawan sebelum acara tersebut.
Wawancara ini sangat berarti bagi Federer yang sudah lama tidak melakukan konferensi pers sebelum pertandingan, ia menyatakan, "Sejujurnya, saya sudah tidak lagi melakukan konferensi pers seperti ini."
Acara tersebut dijadwalkan dihadiri oleh federasi besar lainnya seperti Pat Rafter, Andre Agassi, dan Lleyton Hewitt, yang menjadikan momen ini sangat berkesan dan bersejarah.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula
Kembali ke Lapangan Besar
Ini adalah kesempatan langka bagi para penggemar untuk mengucapkan terima kasih kepada Federer, yang sebelumnya tidak pernah secara resmi berpamitan di Melbourne Park. Ia mengungkapkan, "Saya merasa senang bisa membuka perban dan tampil di lapangan besar seperti di Rod Laver Arena ini."
Federer menjelaskan mengapa ia kembali ke arena. "Saya keluar karena terlalu mudah dan nyaman untuk tinggal di rumah dan mengatakan saya tidak perlu melakukannya," ujarnya, menunjukkan keinginan untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan.
Momen ini juga menjadi spesial bersamaan dengan Lleyton Hewitt, sahabatnya, serta Andre Agassi dan Pat Rafter. Federer menyatakan, "Dia adalah salah satu pemain favorit saya. . . Berada bersama mereka akan membuat saya merasa lebih baik juga."
Refleksi atas Karir yang Gemilang
Sebagai ayah dari empat orang anak, Federer tidak bisa menghindari perasaan nostalgia saat mengingat perjalanan karirnya. Salah satu momen yang paling diingat adalah final Australian Open 2017 melawan Rafael Nadal, yang dikenangnya sebagai pertandingan istimewa.
"Rasanya seperti mimpi. . . dan kemudian saya pikir berhasil ke final menjadikan itu salah satu final paling istimewa yang pernah saya alami," ungkapnya penuh emosi.
Meskipun momen-momen berharga tersebut, Federer memahami keputusan untuk pensiun dari tenis adalah langkah yang tepat setelah berbagai cedera. "Saya benar-benar siap untuk pensiun, jadi ketika itu terjadi, itu melegakan," tutupnya, menegaskan pentingnya pencapaian yang didapat sepanjang karir.
Baca juga: Drawing Liga Champions 2025-2026 Digelar di Monako
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: