Joan Laporta mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden FC Barcelona. Keputusan ini diambil menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 15 Maret 2026.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Eliano Reijnders dari PEC Zwolle
Langkah ini diperlukan agar Laporta bisa mencalonkan diri kembali, di mana beberapa anggota direksi lainnya juga turut mundur untuk memberikan ruang bagi proses pemilihan ulang.
Proses Pengunduran Diri Laporta
FC Barcelona menyampaikan bahwa pengunduran diri Laporta adalah sesuai dengan Pasal 42.f Statuta mereka. Dalam rapat direksi yang berlangsung pada hari Senin, keputusan ini diambil sebagai langkah formal sebelum pemilihan.
Pernyataan resmi klub menyebutkan, "Sesuai dengan Pasal 42.f Statuta FC Barcelona, presiden Joan Laporta telah mengundurkan diri agar memenuhi syarat untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Dewan Direksi yang akan digelar pada 15 Maret."
Langkah ini diharapkan akan memastikan Laporta memenuhi semua kriteria yang ditetapkan untuk mencalonkan diri kembali.
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025
Struktur Manajerial Klub Setelah Pengunduran Diri
Setelah pengunduran diri tersebut, operasional klub akan tetap dijalankan oleh tim direksi lain yang dipimpin oleh wakil presiden, Rafael Yuste. Pengaturan ini bertujuan untuk menjaga kontinuitas aktivitas manajerial klub di tengah proses pemilihan.
FC Barcelona berkomitmen untuk menjaga stabilitas organisasi meskipun ada perubahan dalam struktur kepemimpinan. Beberapa direktur lainnya juga turut mengundurkan diri, sehingga fokus utama kini beralih ke persiapan pemilihan.
Situasi ini memerlukan kecermatan agar seluruh proses penggantian tampuk kepemimpinan berjalan dengan baik dan tidak mengganggu operasional sehari-hari klub.
Optimisme Laporta Dalam Proses Pemilihan
Joan Laporta mengungkapkan harapan dan optimisme terkait proses pemilihan mendatang. Dia mencatat, "Saya merasa optimistis, penuh energi, dan berharap seluruh proses pemilihan dapat berlangsung secara transparan serta menjadi contoh yang baik bagi klub."
Harapan ini menunjukkan keinginan Laporta untuk melibatkan semua pihak dalam klub dan memastikan bahwa semua prosedur berlangsung dengan adil.
Proses pemilihan ini dianggap penting tidak hanya untuknya tetapi juga bagi masa depan FC Barcelona, menunjukkan bagaimana keteladanan dalam proses demokrasi dapat diaplikasikan di dalam klub.
Baca juga: Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Menang Besar atas Real Oviedo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: