Kesepakatan antara Real Madrid dan UEFA resmi mengakhiri proyek ambisius European Super League. Proyek yang pernah menghadapi banyak kontroversi ini kini dinyatakan bubar demi kebaikan sepak bola Eropa.
Baca juga: Real Madrid Kembali Bertemu Manchester City di Liga Champions 2025/2026
Real Madrid mengumumkan langkah ini sebagai hasil dari proses negosiasi panjang yang bertujuan untuk memprioritaskan kepentingan sepak bola klub secara keseluruhan.
Kesepakatan Resmi yang Mengakhiri Super League
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu malam, Real Madrid mengungkapkan bahwa "UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa." Kesepakatan ini menjadi titik penyelesaian sengketa hukum yang telah berlarut-larut.
Madrid menekankan bahwa kesepakatan ini adalah hasil dari pembicaraan yang dilakukan untuk memprioritaskan kepentingan terbaik dari sepak bola Eropa. Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan diskusi dan pertimbangan mendalam akan masa depan kompetisi Eropa.
Kesepakatan tersebut menyuarakan harapan untuk meningkatkan pengalaman penonton dan keberlanjutan jangka panjang bagi klub. Dengan hal ini, diharapkan akan bisa kembali mengedepankan prestasi olahraga dan menghormati prinsip-prinsip yang ada.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Perjalanan Proyek Super League
Super League pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021, melibatkan 12 klub besar Eropa sebagai kompetisi alternatif untuk Liga Champions. Di antara klub-klub tersebut terdapat Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang mencuri perhatian dengan rencana mega ini.
Sayangnya, proyek ini segera mendapat penolakan dari banyak pihak, termasuk federasi sepak bola, suporter, dan legenda klub, yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap persaingan sehat dalam sepak bola. Penolakan ini menciptakan gelombang protes luas di dunia sepak bola global.
Ketidakpuasan dari masyarakat sepak bola memaksa beberapa klub pendiri untuk mundur, memudarkan harapan akan keberadaan Super League. Pada akhirnya, hanya tersisa Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang bertahan di belakang proyek ini.
Mundurnya Klub-Klub Pendiri
Seiring berjalannya waktu, tekanan untuk mundur semakin membesar. Klub-klub dari Premier League mulai menyusul dan satu per satu meninggalkan proyek ini, sementara Real Madrid dan Barcelona tetap bertahan hingga saat-saat terakhir.
Akhirnya, Juventus juga mengumumkan mundur dari Super League pada tahun 2023. Dengan kesepakatan yang terjalin antara Real Madrid dan UEFA, satu-satunya klub yang tersisa kini ikut menjauh dari proyek yang pernah menjanjikan revolusi dalam dunia sepak bola.
Mundurnya klub-klub ini menunjukkan bahwa proyek Super League tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak di dunia sepak bola, yang membawa pada akhir ambisi yang pernah dicanangkan sebelumnya.
Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Kehilangan Kualitas Setelah Kekalahan dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: