Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 13:51 WIB

Peluang Malaysia di Pengadilan Arbitrase Olahraga: 50-50 Menurut AFC

Author

Peluang Malaysia di Pengadilan Arbitrase Olahraga: 50-50 Menurut AFC

Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, menyebutkan Malaysia memiliki peluang 50 persen untuk menang dalam banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hal ini berkaitan dengan skandal tujuh pemain naturalisasi yang tersandung manipulasi dokumen.

Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025

CAS sebelumnya memutuskan untuk menangguhkan hukuman FIFA atas ketujuh pemain tersebut, memberi mereka kesempatan untuk kembali bertanding sampai keputusan final pada 26 Februari 2026.

Kasus Pemain Naturalisasi yang Mengguncang Dunia Sepak Bola Malaysia

Tujuh pemain alami, yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, dikenakan larangan bermain selama satu tahun oleh FIFA. Larangan ini hasil dari pengungkapan manipulasi dokumen yang mengaitkan status naturalisasi mereka dengan ketidakberesan.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) kemudian mengambil langkah hukum dengan mengajukan permohonan penangguhan hukuman ke CAS. Permohonan tersebut akhirnya dikabulkan, menandakan harapan baru bagi federasi dalam membuktikan bahwa proses naturalisasi tersebut tak bermasalah.

Baca juga: Persib Bandung Resmi Perkenalkan Dua Pemain Baru: Federico Barba dan Thom Haye

Pandangan Penting dari Sekjen AFC

Windsor Paul John menganggap keputusan CAS untuk menangguhkan hukuman sebagai sinyal positif bagi Malaysia. Ia menjelaskan, dalam pengalamannya, permohonan penangguhan dari pihak tergugat jarang dikabulkan oleh CAS, sehingga ini memberikan bobot ekstra bagi situasi FAM.

Mengutip pernyataannya, Windsor mengatakan, "(Tujuh pemain) meminta penangguhan skorsing dan di CAS sangat susah untuk mengabulkan ini karena persyaratan mendapatkan permohonan penangguhan sangat tinggi." Ini menunjukkan tingkat ketatnya prosedur hukum yang harus dilalui.

Risiko dan Implikasi Masa Depan

Meskipun ketujuh pemain diizinkan bertanding sampai ada keputusan akhir, Windsor memberikan peringatan bahwa kegagalan dalam banding dapat berimbas negatif terhadap sepak bola di Malaysia. Ia menyebut, "AFC ingatkan Malaysia bakal 'dikucilkan' andai kalah banding di CAS," mencerminkan betapa pentingnya keputusan ini bagi masa depan olahraga di negara tersebut.

Hasil akhir banding yang dijadwalkan diumumkan pada 26 Februari 2026 akan menjadi penentu tidak hanya untuk pemain, tetapi juga untuk FAM dalam mengelola kasus-kasus lain yang mungkin muncul di masa mendatang.

Baca juga: Juventus Awali Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan Melawan Parma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU