Lamine Yamal, pemain muda dari Barcelona, mengungkapkan cara agar tetap fit selama menjalani puasa di bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya hidrasi dan pola makan yang tepat untuk menjaga performa saat bertanding.
Baca juga: Senne Lammens Resmi Bergabung dengan Manchester United sebagai Solusi Penjaga Gawang
Dengan program dukungan dari klub, Yamal dan rekan-rekannya bisa memenuhi ibadah puasa tanpa mengorbankan kebugaran atletik mereka. Ini termasuk perencanaan menu yang diperhatikan oleh tim nutrisi klub.
Kebugaran dan Nutrisi Selama Ramadan
Selama bulan suci, puasa menjadi bagian dari kehidupan banyak umat Muslim, termasuk atlet profesional seperti Lamine Yamal. Yamal menjelaskan langkah-langkah yang ia ambil untuk menjaga kebugaran selama Ramadan.
Barcelona memiliki program khusus untuk mendukung pemain Muslimnya, agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu performa di lapangan. Dengan pengalaman berpuasa sebelumnya, Yamal merasa lebih siap menghadapi tantangan ini.
Pemain lain yang juga menjalani puasa, seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati, berpartisipasi dalam program ini. Menu makan malam yang direncanakan oleh tim nutrisi dirancang agar asupan nutrisi tetap seimbang dan tidak mengganggu pola tidur.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Gabung Timnas Indonesia, Siap Hadapi Piala Dunia 2026
Perencanaan Hidrasi yang Efektif
Hidrasi adalah faktor penting bagi setiap atlet, terutama selama bulan puasa. Yamal menekankan pentingnya mengonsumsi cukup cairan sebelum menjalani pertandingan.
Ia menjelaskan rutinitasnya, 'Saya bangun jam empat pagi, makan (sahur), pergi latihan, dan tidak melakukan hal lain. Saya minum elektrolit dalam bentuk pil guna mencegah rasa haus yang terasa sepanjang hari.'
Strategi hidrasi ini diharapkan dapat membantunya tetap fokus dan bugar, khususnya menjelang pertandingan Barcelona melawan Levante akhir pekan ini.
Dampak Puasa Terhadap Performa Atlet
Puasa menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Yamal untuk menilai kemampuan dirinya sebagai atlet. Dengan menjaga pola makan dan hidrasi, ia berharap bisa memberikan performa terbaik di lapangan.
Pelatih dan staf medis Barcelona tetap memantau kondisi fisik para pemain selama bulan suci, memastikan dampak negatif puasa terhadap kebugaran mereka minimal.
Yamal, sebagai talenta muda yang diharapkan tampil di banyak pertandingan mendatang, menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, puasa dan performa tidak harus bertentangan.
Baca juga: Liverpool Kembali Raih Kemenangan Penting atas Newcastle dengan Skor 3-2
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: