Kevin Diks, pemain Timnas Indonesia, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya bersama Borussia Monchengladbach di Liga Jerman. Klub asal Jerman ini kini terperosok di peringkat bawah dengan catatan yang kurang membanggakan.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Setelah 23 pertandingan, Monchengladbach hanya meraih lima kemenangan dan kini menjelang tujuh laga tanpa kemenangan. Hal ini tentu menjadi beban besar bagi Diks, menjelang persiapan bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Kondisi Terkini Borussia Monchengladbach
Borussia Monchengladbach sedang terjerembap di papan bawah Liga Jerman, menempati peringkat ke-14. Tim ini kini terancam zona degradasi di mana Heidenheim, Bremen, dan St. Pauli menunggu setiap kesalahan yang dibuat.
Statistik menunjukkan bahwa Monchengladbach berhasil meraih lima kemenangan, tujuh imbang, dan sebelas kekalahan dalam 23 pertandingan. Dalam tujuh laga terakhir, tim ini belum merasakan kemenangan, yang membuat posisi mereka semakin terjepit.
Pertandingan mendatang melawan Union Berlin di Stadion Borussia Park pada Sabtu, 28 Februari, diharapkan bisa menjadi titik balik. Namun, beban untuk meraih hasil positif menjadi semakin berat dengan kondisi saat ini.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Pernyataan Kevin Diks Mengenai Musim Ini
Kevin Diks berbagi tentang perjalanan sulitnya di Monchengladbach, di mana, meskipun sering bermain, hasil di lapangan tidak sesuai harapan. Ia menyatakan, "Bisa dibilang, musim ini berliku-liku. Kami tidak memulai musim dengan baik, lalu kami mengalami periode yang sangat kuat. Saat ini, hasil positif kembali mengering."
Meskipun perasaan pribadinya cukup positif karena banyaknya menit bermain, Diks menyadari tim harus segera keluar dari situasi yang membingungkan ini. Harapan untuk perbaikan menjadi kian mendesak.
Diks juga menegaskan pentingnya tetap fokus dan siap menghadapi tantangan yang ada, agar tim bisa segera beranjak dari posisi tidak nyaman ini.
Konsistensi dan Harapan Jelang FIFA Series 2026
Saat FIFA Series 2026 semakin dekat, Diks percaya bahwa konsistensi adalah kunci untuk mengatasi situasi sulit ini. Ia menyatakan, "Konsistensi adalah kuncinya. Kita harus melakukan segala sesuatunya dengan benar dan mengeksekusinya dengan rapi, minggu demi minggu, jika kami ingin membalikkan keadaan."
Dengan tantangan besar di depan, harapan untuk kembali ke jalur kemenangan sangat dibutuhkan. Diks juga berharap bisa menarik perhatian pelatih John Herdman untuk kembali membela Timnas Indonesia.
Persiapan mental dan fisik menjadi prioritas utama agar tim dapat berdiri dengan kuat menghadapi laga-laga mendatang, yang akan sangat berpengaruh bagi perjalanan karirnya serta tim di arena internasional.
Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Kehilangan Kualitas Setelah Kekalahan dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: