Borussia Dortmund mengalami kekecewaan mendalam usai tersingkir dari Liga Champions setelah kekalahan 4-1 melawan Atalanta di play-off 16 besar.
Baca juga: Real Madrid Kembali Bertemu Manchester City di Liga Champions 2025/2026
Pertandingan yang dihelat di Stadion Atleti Azzurri d'Italia ini menjadi titik hitam bagi tim asal Jerman dalam upaya mereka di kompetisi Eropa.
Atalanta Menguasai Laga
Atalanta menunjukkan dominasi penuh di pertandingan ini, dengan mencetak gol melalui empat pemain berbeda, menyudutkan pertahanan Dortmund.
Gianluca Scamacca membuka skor, diikuti oleh gol dari Davide Zappacosta, Mario Pasalic, dan Lazar Samardzic, sementara Dortmund hanya dapat membalas lewat Karim Adeyemi.
Meskipun Dortmund mencoba untuk memberikan perlawanan, serangan Atalanta terus menerus memposisikan mereka dalam kontrol pertandingan.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula
Kekecewaan Emre Can
Kapten Dortmund, Emre Can, meluapkan kekecewaannya setelah kekalahan tersebut dengan menyatakan, 'Ketika Anda kebobolan empat gol di babak play-off, akan sulit untuk melaju ke fase berikutnya.'
Ia juga menyesali sejumlah peluang yang terbuang, mengatakan, 'Kami juga memiliki beberapa peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol. Ini terasa sangat menyakitkan.'
Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya momen-momen krusial dalam pertandingan melawan tim sekelas Atalanta.
Dampak dari Tersingkirnya Dortmund
Dengan tersingkirnya Dortmund, sepak bola Jerman kini hanya diwakili oleh Bayern Munich dan Bayer Leverkusen di Liga Champions.
Hal ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi oleh klub-klub Jerman dalam menghadapi kompetisi Eropa.
Atalanta, di sisi lain, akan melawan calon kuat di babak berikutnya, yakni Arsenal atau Bayern Munich, yang tentunya akan menjadi ujian berat bagi tim asuhan Raffaele Palladino.
Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Kehilangan Kualitas Setelah Kekalahan dari Tottenham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: