Manajer Liverpool, Arne Slot, melontarkan kritik tajam mengenai pengawasan wasit terhadap situasi bola mati di Liga Inggris. Ia berpendapat bahwa perlindungan untuk kiper dalam kompetisi ini sangat kurang dibandingkan dengan liga-liga lainnya.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Kritikan tersebut muncul seiring dengan keberhasilan Arsenal yang mencetak banyak gol dari situasi bola mati, menyoroti keefektifan taktik yang mereka terapkan.
Kritikan Terhadap Wasit Liga Inggris
Slot mencatat bahwa Arsenal telah berhasil mencetak total 31 gol dari situasi bola mati musim ini, dengan 16 gol dari tendangan sudut. Kemenangan Arsenal 2-1 atas Chelsea baru-baru ini menambah sorotan terhadap keputusan wasit di situasi yang sama.
Peningkatan jumlah gol dari situasi bola mati ini menunjukkan bahwa strategi tersebut berjalan dengan efektif. Namun, Slot merasa pengawasan wasit tidak cukup ketat dalam hal ini.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Bertekad Kalahkan Semua Lawan di Kualifikasi Piala Asia 2026
Perbandingan dengan Liga Lain
Dalam sebuah wawancara, Slot membandingkan standar pelanggaran di Liga Inggris dengan liga-liga lain, seperti Eredivisie di Belanda. Ia mengungkapkan, 'Jika saya menonton liga lain, saya rasa tidak ada penekanan yang begitu besar pada situasi bola mati.'
Ketidaksesuaian ini membuat Slot merasa bingung, mengingat di Eredivisie, pelanggaran terhadap penjaga gawang lebih sering direspons oleh para wasit.
Perspektif tentang Gaya Bermain
Slot juga berbicara mengenai preferensinya terhadap gaya bermain yang lebih elegan. Ia mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap taktik yang mengedepankan fisik ekstrem saat situasi bola mati, dengan mengatakan, 'Hati sepak bola saya tidak menyukainya.'
Ia merindukan permainan indah yang diperagakan oleh tim Barcelona di masa lalu dan berharap agar sepak bola kembali ke arah yang lebih terorganisir dan estetis.
Baca juga: PSSI Konfirmasi Pembatalan Laga Uji Coba Timnas Indonesia Melawan Kuwait
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: