Kamis, 05 MARET 2026 • 10:51 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan dalam Tim Panjat Tebing: Tindak Lanjut dan Komitmen FPTI

Author

Kasus Dugaan Pelecehan dalam Tim Panjat Tebing: Tindak Lanjut dan Komitmen FPTI

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid membagikan kronologi kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami oleh beberapa atletnya. Informasi ini disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Santika Harapan Indah, Bekasi, pada Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Takluk dari Australia di Semifinal Piala AFF Putri U-16 2025

Kasus ini mencuat saat delapan atlet melaporkan kejadian yang mereka alami pada 28 Januari. Pertemuan awal diadakan untuk menyelidiki lebih dalam insiden yang merusak kondisi mental dan fisik para atlet.

Kronologi Kejadian

Pada 28 Januari, laporan dugaan kekerasan seksual dan fisik diterima oleh FPTI dari delapan atlet. Pertemuan tersebut bertujuan menggali lebih dalam tentang pengalaman para atlet dalam menghadapi situasi tersebut.

Setelah seminggu, FPTI mengadakan pertemuan lanjutan dengan semua atlet dan pelatih, kecuali terduga pelaku. Hasil dari pertemuan itu berujung pada keputusan serius untuk memberhentikan pelatih kepala dan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).

Yenny Wahid menekankan pentingnya menjaga martabat dan keamanan mental serta fisik seluruh komunitas panjat tebing. Tindakan ini merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah secara sistematis.

Baca juga: Liverpool Kembali Raih Kemenangan Penting atas Newcastle dengan Skor 3-2

Tindakan FPTI dan Dukungan Pihak Ketiga

Yenny Wahid juga berkonsultasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, untuk mendapatkan dukungan dalam menangani kasus ini. Dukungan hukum dari organisasi seperti Peradi dan LBH APIK diminta untuk membantu atlet yang terlibat.

Selain berfokus pada penyelesaian domestik, FPTI juga berencana mengonsultasikan isu ini kepada Induk Federasi Internasional Panjat Tebing (IFSC). Yenny menyatakan bahwa segala bentuk pelanggaran, khususnya pelecehan seksual, tidak dapat diterima dalam lingkungan olahraga.

Federasi ingin menggunakan momen ini sebagai dorongan untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Aturan baru akan diberlakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama pelatihan.

Komitmen FPTI Terhadap Kesejahteraan Atlet

Yenny menjelaskan rencana FPTI untuk meningkatkan sistem whistleblower dan menerapkan protokol ketat dalam setiap kegiatan pelatihan. Kejelasan kode etik serta transparansi proses pengawasan menjadi bagian dari rencana pembenahan.

Langkah-langkah ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi kejadian yang telah terjadi, tetapi juga untuk mencegah terulangnya pelecehan di masa mendatang. Beberapa kebijakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas olahraga di Indonesia.

Yenny juga menghargai keberanian atlet yang telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, menunjukkan komitmen FPTI untuk menjaga kesejahteraan atlet dan integritas olahraga.

Baca juga: Dominasi Marc Marquez Menuju Gelar Juara Dunia MotoGP 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU