Kamis, 05 MARET 2026 • 14:09 WIB

FPTI Investigasi Isu Bonus Atlet Panjat Tebing yang Terpotong

Author

FPTI Investigasi Isu Bonus Atlet Panjat Tebing yang Terpotong

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menyatakan keheranannya atas laporan dugaan pemotongan bonus atlet. Hal ini terkait dengan tindakan mantan pelatih, Hendra Basir, yang diindikasikan melakukan pemotongan hingga 50 persen.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Meningkatkan Kebugaran di Rumah

Yenny menekankan bahwa FPTI belum menerima pengaduan resmi dari para atlet terkait isu ini. Ia merasa terkejut dan menyebutkan, 'Saya kaget sekali. Dan itu juga dilakukan oleh terduga pelaku [kekerasan dan pelecehan seksual].'

Keheranan FPTI dan Dugaan Pemotongan

Yenny Wahid, selaku Ketua Umum FPTI, berbicara tentang kekhawatiran yang berkembang mengenai dugaan pemotongan bonus atlet. Ia menjelaskan, meskipun isu ini telah menjadi perbincangan, FPTI belum mendapatkan laporan resmi dari atlet yang langsung terlibat.

Dengan tegas, Yenny menyebutkan, 'Saya hanya mendengar ya, sorry saya sih enggak bisa ini ya, saya hanya mendengar dari apa namanya percakapan-percakapan informal.' Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memberdayakan atlet agar lebih berani melaporkan masalah yang mereka hadapi.

Baca juga: Persib Bandung Resmi Perkenalkan Dua Pemain Baru: Federico Barba dan Thom Haye

Yenny pun menambahkan bahwa dugaan pemotongan bonus mungkin berkaitan dengan kesepakatan internal antara atlet dan pelatih. Namun, FPTI tidak memiliki otoritas untuk campur tangan dalam kesepakatan tersebut.

Proses Penyelidikan dan Fokus Organisasi

Dalam langkah selanjutnya, FPTI akan meluncurkan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan pemotongan bonus ini. Yenny menyatakan, 'Kita masih fokus pada proses pelecehan seksualnya,' yang menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya mengatasi satu masalah, tetapi juga berbagai isu serius lain yang mungkin terkait.

Yenny juga belum dapat memastikan apakah pemotongan bonus ini berkaitan dengan event-event tertentu seperti SEA Games 2025 atau Olimpiade 2024. Ia mengungkapkan, 'Itu, SEA Games atau apa saya enggak tahu. Ini belum ada laporan resmi, jadi saya enggak bisa ngomong secara pasti gitu loh.'

Komitmen FPTI untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi juga menjadi sorotan, di tengah berjalannya investigasi ini. Hal tersebut penting untuk memastikan bahwa hak-hak atlet tetap dijaga dengan baik.

Baca juga: Kemenangan Perdana Emil Audero di Serie A Bersama Cremonese

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU